Keutamaan Sedekah dari Usaha yang Halal

Photo by khats cassim: https://www.pexels.com/photo/quran-in-close-up-shot-7429322/

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ، وَلَا يَقْبَلُ اللهُ إِلَّا الطَّيِّبَ؛ فَإِنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ .» (صحيح البخاري، رقم الحديث يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ لِصَاحِبِهِ، كَمَا يُرَبِّي
١٤١٠ ، واللفظ له، وصحيح مسلم، رقم الحديث ٦٣ – (١٠١٤)) .

Dari Abu Hurairah radiyallohu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda “Barangsiapa bersedekah senilai sebiji kurma dari hasil usaha yang baik, dan tidak naik pada Allah kecuali dengan yang baik, maka Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya kemudian memeliharanya untuk pemiliknya sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak kuda hingga menjadi seperti gunung.” (Shahih Bukhari no.1410, lafaz darinya dan Shahih Muslim, no. 63-1014).

Beberapa faedah hadits ini adalah :

  1. Tujuan sedekah harus mengharap ridho Allah saw, tidak ada sedikitpun didalamnya tujuan karena hawa nafsu sebagaimana ibadah-ibadah yang lain.
  2. Setiap muslim harus menjauhi pekerjaan yang haram yang dapat menyebabkan murka Allah dan juga dapat menyebabkan musibah berupa penyakit-penyakit jiwa yang berbaya seperti bertambahnya ketamakan, keserakahan dan keburukan berupa keegoisan dan mementingkan diri sendiri, kikir, perasaan gundah dan jauh dari ketenangan hati.
  3. Disebutkan “Yamin” (sebelah kanan) pada hadits di atas. Karena sesuatu yang diridhoi ialah identik pada sebelah kanan secara umum dan wajib mengimani dengan nama-nama Allah beserta sifat-sifatNya seperti yang tertera pada teks-teks Quran dan hadits tanpa penyelewengan atau pembatalan atau penyerupaan atau pertanyaan bagaimana. Maka iman kepada sifat Yamin atau tangan kanan Allah adalah wajib sesuai dengan sifat keagunganNya dan kebesaranNya.

Perawi hadits :
Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shakhr Al Dausi Al-Yamani perawi hadits di dalam Islam. Diberi
panggilan Abu Hurairah, karena ia suka bermain-main dengan seekor kucing. Ia mengembala kambing untuk keluarganya.

Masuk Islam tahun ke 7 H. sewaktu terjadi peristiwa penaklukan perkampungan Yahudi Khaibar.
Menyertai Nabi saw. selama empat tahun. Ia menemani kemana pun beliau pergi dan dimanapun beliau singgah. Ia bersungguh-sungguh dan intens dalam meriwayatkan hadits. Memelihara ilmu ilmu yang sangat banyak dari Nabi saw. Ia adalah sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits dari beliau.
Ia meriwayatkan dari Nabi saw. sebanyak 5374 hadits dan termasuk ahli fiqihnya penduduk Madinah. Wafat di Madinah tahun 57 H. dan dimakamkan di perkuburan Baqi’.

Sumber: Hadis 1 (Himpunan 90 Hadits Pilihan, Dr. Muhammad Murtaza bin Aish)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *